Viradoang’s Blog
Just another WordPress.com weblog

Okt
29

Pondok Gede_29 Oct 2011

Hidup ini hanya sementara….satu kali hidup di Dunia
namun apa yang sudah ku dapat dalam arti sebuah Hidup?..
pernahkah terpikir apa bekal kita untuk menemui dunia lain?…

Aaaah…. susah ku ungkapkan rasa sakit yang kualami…
biarlah  orang berkata apa.. namun yang menjalani hidup dan perasaanku ini hanya Allah dan diriku yang tau.

ya Allah berkahi hidupku di dunia dan mohon Ridhomu ya Allah
ya allah ampuni segala yang telah kuperbuat di dunia ini.Kau maha pengasih lagi penyayang.
berikan keikhlasan hati tuk menggapai ridhomu. Ku syukuri nikmat yang telah kau berikan padaku, hingga ku dapat mencapai usia 39 tahun kini.
alhamdulillah ya allah.
Amin ya robal alamin.

Inisial darinya

eheeemmm

Ku ingin dia tau

V I R A doang

Iklan
Jul
14

home sweet home,14 July’10

Edelweiss vira

Edelweiss,Edelweiss Every morning you great me

Small and white , Clean and bright you look happy to meet me.

Blossom of snow my you bloom and grow, bloom and grow forever.

Edelweiss, Edelweiss Bless my homeland forever.

Jun
08

@ Galeri Palembang ,8 June 2010

Vira@artlover.com

Syarat utama meraih sukses adalah …mampu memaksimalkan seluruh fisik dan mental anda menghadapi sebuah masalah, tanpa pernah merasa lelah.

Apr
26

kompas 17 November 2009 .Lok Baintan, Pasar Terapung Terakhir
Foto dan naskah: Fikria Hidayat

Khas Banjarmasin

Ibu separuh baya itu mengayuh perahu kecil menembus kabut pagi menyusuri sungai. Buah jeruk dan sayur tigarun masih segar menumpuk di perahu. Beberapa ibu juga menyusul, jukung -sebutan setempat untuk perahu kecil, milik mereka berjejer, masing-masing membawa hasil alam untuk dijual di pasar terapung Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Pasar dimulai sekitar pukul 08.00 menempati ruas Sungai Martapura. Pasar mulai berdenyut ditandai dengan kedatangan para pedagang yang mengayuh jukung satu persatu berkumpul menuju satu titik. Yang unik adalah pasar ini bergerak alias larut menyesuaikan arah arus sungai dan puncak keriuhan pasar berlangsung sekitar pukul 09.00.

Pasar Terapung Kal-Sel

Kepunahan pasar tradisional di daerah “seribu sungai” ini dipicu oleh kemaruk budaya darat serta ditunjang dengan pembangunan daerah yang selalu berorientasi kedaratan. Jalur-jalur sungai dan kanal musnah tergantikan dengan kemudahan jalan darat. Masyarakat yang dulu banyak memiliki jukung, sekarang telah bangga memiliki sepeda motor atau mobil.

Beruntung Desa Lok Baintan masih bertahan. Desa tersebut menjadi salah satu pewaris budaya sungai termegah di Kalsel. Keberadaan sungai masih menumpu roda ekonomi masyarakat setempat.

Mar
08

Gaber 06 March’10
17.45 pm

Jenuh yang kurasakan saat-saat ini ingin rasanya aku pergi menghilang entah kemana..Teringat Hendra yang ingin bertemu teman-temannya di Gaber yang telah lama tak jumpa,Lalu Hendra mengajakku menginap di Gaber Pondok Gede “Gaber” nama jalan tempat tinggal kita 2 thn yang lalu yang pernah kita sewa dan tak jauh dari tempat aku pergi ke kantor “memerlukan waktu hanya3 menit menuju tempat aku bekerja”(Tapi saat ini rumah itu di ambil alih oleh Saudaraku),karena kita Pindah dan menempati rumah yang cukup jauh di kawasan Pondok Aren. Dan saat ini Rumah Gaber kosong karena Saudaraku sedang pulang ikut dengan Suaminya ke New Zealand untuk urusan Bisnis yang kita jalani saat ini, Jadi kita bisa menginap di Gaber.


Hendra sudah menyiapkan beberapa mainan yang akan di bawanya kemudian memasukkannya ke dalam Tas Ranselnya. terlihat langit sudah menunjukan akan hujan Lalu aku bergegas siap-siap menuju Gaber dan pergilah aku with my Son Hendra ,Yang terlihat di wajah Hendra saat itu..dia sangat girang melentangkan tangan ke atas horeeee asiik…serunya..lalu aku tersenyum jadi semangat kembali..dan jenuhkupun hilang sejenak, karena aku akan menghibur Hendra agar dia tidak kecewa.

Setiba di Gaber Hendrapun bermain bersama teman-temannya dia sangat akrap cocok sekali dengan Rafi dan Faris mereka adalah cucu-cucunya bapak Matizi (si pemilik rumah Gaber). Malam ini malam Minggu ya Bunda
celetuk Hendra.”iya jawabku” memang kenapa?..asiik dong Hendra bisa bobo malem banget…sambil nonton film yang dibawanya..hati kecil jadi tertawa…lucu juga..anak kecilpun mengerti Sabtu adalah Malam minggu yang panjang dan esok harinya libur. Dan akupun berdua Hendra manikmati Film yang kita setel ” SpiderMan”
Tak lama akupun tertidur.

Hingga menjelang subuh aku terbangun dari tidur…ramai suara anak-anak berlarian
rupanya hari Minggu pagi 7 March’ semua pergi ber olah raga. Hendra masih tertidur pulas dan ku biarkan dia menikmati tidurnya di hari Minggu. Selagi dia tertidur kusiapkan breakfast kegemarannya Oatmeal dan omelet lalu Hendra terbangun dan bersiap-siap mau main dengan teman-temannya di Gaber.

Itulah sedikit ceritaku di malam Minggu bersama Hendra.ku edit 8 March’10 Tak lupa jua ku bersyukur atas semuanya.

Thanks God

Salam  untuk yang membacanya
V i R a

Feb
16

http://kesehatan.kompas.com
Selasa, 16 Februari 2010 | 07:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Buah naga (Dragon Fruit) kini makin akrab telinga kita. Padahal hingga tahun 2001, buah ini hanya bisa dijumpai di Israel, Australia, Thailand, dan Vietnam. Sekarang, buah ini mudah dijumpai di pasar swalayan di Indonesia.

Buah Naga-Penangkal Sariawan-

Beruntung Vira punya kerabat seorang sinse yang berpraktik di daerah Cikini, Jakarta. Vira disarankan mengunyah sebutir buah naga daging putih masak. Ia melakukan hal yang sama keesokan harinya. Ajaib, luka-luka kecil di lidah maupun di langit-langit mulutnya langsung sembuh.

Sebenarnya buah naga telah lama dikenal oleh masyarakat Cina kuno sebagai buah yang membawa berkah, sehingga sering diletakkan di dekat patung naga di altar klenteng. Buah bernama Cina Feuy Long Kwa ini di Vietnam dikenal sebagai Thang Loy, Keaw Mang Kheon (Thailand), Shien Mie Kuo (Taiwan), Pitahaya (Meksiko), Melano (Hawaii), Rhino Fruit (Australia), di Inggris disebut Dragon Fruit. Di Indonesia, buah ini dikenal dengan nama Bum Naga.

Tanaman ini asli Meksiko, Amerika Selatan bagian utara, dan menyebar ke negara-negara di sekitarnya, termasuk Guyama. Pada awalnya, buah naga dibawa ke kawasan Indocina oleh seseorang berkebangsaan Perancis pada sekitar tahun 1870, dari Guyama, sebagai hiasan. Alasannya sederhana, sosoknya unik dan bunganya cantik berwarna putih. Waktu mekar pada malam tanggal 1 dan 15 kalender Komariah, ia mengeluarkan bau harum.

Aneka Khasiat
Pemanfaatan buah ini tak melulu segar. Hasil uji Research Institute of Fruits and Vegetables (RIFAV) di Gia Lam, Ha Noi, Vietnam, buah naga layak dikalengkan. Di California, bunganya dijadikan salad.
Dari beberapa literatur disebutkan, prajurit Spanyol yang menyerbu Amerika Latin meyakini bahwa memakan buah ini dapat mencegah kulit busik. Daging buahnya dapat difermentasi untuk menghasilkan minuman beralkohol.

Buah yang unik ini juga pantas dijadikan buah tangan. Holtikulturis Dr. Elaine Solowey dari Natural Medicine Research Unit (NMRU) di Hebrew University Hadassah Medical Center di Jerusalem, menghadiahi Dalai Lama buah ini usai belajar pengobatan tradisional di Tibet. @ Hendra Priantono

Semoga bermanfaat bagi para pembaca dan yang sering terserang Sariawan. ;-D

salam
VIRA

Jan
26

Vira Menulis artikel-26jan10 di kutip dari artikel kompas.com
Di PDU

Ceriah anak tampa Beban

Di sekolah, di tempat les, di tempat bermain, bahkan di rumah pun, anak-anak terus mendapatkan tekanan untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal. Anak-anak seakan mendapat tuntutan untuk menjadi yang terutama dan tak pernah boleh menjadi yang terakhir. Dalam dunia yang penuh kompetisi seperti sekarang, mereka harus terus berjuang demi menjadi yang terbaik. Kita yang sudah dewasa saja jengah untuk terus berkompetisi semacam ini, apalagi anak-anak?

Sebuah survei yang dilansir oleh sebuah lembaga psikologi di Amerika, APA, mengenai stres pada anak menyatakan bahwa jika anak tidak segera diajarkan cara untuk mengatasi stres, maka kesehatannya akan terancam. Studi tersebut menyatakan bahwa setidaknya 8 dari 10 anak di Amerika mengalami stres dan gejala yang berkaitan dengans stres. Tampaknya para orangtua tidak menyadari benar bahwa anak-anaknya sedang stres.

Pelajaran yang bertumpuk

Jika anak balita dan remaja Baca entri selengkapnya »

Jan
18

BIAK – 18 January 2010

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Biak Numfor, Papua pada tahun ini akan gencar melakukan promosi investasi untuk menjadikan Biak sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi Papua serta kawasan Timur Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Biak Drs Andris Kafiar, Jumat (15/1/2010) mengatakan, potensi objek wisata di Biak berupa wisata bahari maupun sisa peninggalan perang dunia II masih menjadi ikon bagi pengembangan dunia kepariwisataan di daerah ini.
Salah satu potensi alam laut di pulau Owi saat ini menarik minat investor melakukan investasi wisata bahari. “Ke depan kita harapkan Biak akan menjadi daerah tujuan wisata, sehingga memberikan andil terciptanya pertumbuhan ekonomi terhadap masyarakat,” kata Andris.

menampilkan Tarian penyambutan para tamu


Ia Baca entri selengkapnya »

Feb
13

Irish band U2 come to cangi – na Colin Hogg –
u2-one-tree-hill The story has a strange beginning and a tragic ending. But between the two, something remarkable happened. Something that could not have happened without a young Maori .from Wanganui called Greg Carroll. Like many young New Zealanders,reg Carroll fell in love with rock and roll. Unlike many young New Zealanders, he took his love of the music a step further and made it his life first working as a sound technician and roadie with bands in Wanganui and later moving to Auckland, thecentre of New Zealand’s contemporary music industry.

It was in Auckland that the story really began a story that would endless than two years later with Greg Carroll’s death, at the age of 26, on the other side of the world. Greg was what you might call an outgoing guy. He loved life, he loved people and he certainly wasn’t back ward in coming forward, when the spirit moved him. It moved him one day in Auckland’s Karangahape Road. He spotted some one in the street wearing an impressive jacket, emblazoned with the legend “U2”. For those in tune with the tidal movements of the rock music world, U2 floated high an Irish band that had taken the world by storm with its exciting, uplifting music, and sold millions of records in the process.

It was September, -1984, and U2 was in Auckland for its first New Zealand concert. Greg stopped the man in Karangahape Road and asked him where he got the jacket from.

The answer was simple, the man was Steve Iredale, U2’s production manager, a warm Dubliner who was taken by Greg’s -and-at-’em approach to life. On learning of his experience working with local rock bands, Iredale offered him a one-night stand working with U2 that night at their Logan Camp bell Centre concert before 3000 fans.

Greg thought his ship had come in. It had. U2 – and especially the band’s singer, known simply as Bono – were very impressed with Greg Carroll. “He was so good Baca entri selengkapnya »

Feb
09

We R the Big Family -event-pelangi 28 Sep 2008 on Solaria

Long Time…time ago

0004_pelangisolaria_sundaysep2008-rev

from left to right Is….

Lia ( sepupu )- me and my son Hendra – Rafael ( keponakan vira ) – Murianti ( Rafael Mom or Vira Sister ) – My Aunt ( Tante Endang Lia and Rani Mom ) – Bude Tati ( my aunt Sister ) – and the front is Rani ( Lia Sister ).

Teringat masa kecilku ketika aku tinggal bersama-sama dengan Tanteku beserta anaknya ( Lia dan Rani ). Ketika itu aku tinggal dengan Nenek karena kedua orang tuaku tinggal di Jakarta, Sungguh perhatian yang luar biasa padaku. Dan pada akhirnya kita berjumpa lagi di kota MetroPolitan yg sekarang begitu Megah – Jakarta –

Putri-putri tanteku ini sudah dewasa semua, dengan gelar yang di ambil – 1. kedokteran dan ke 2. Ilmu Hukum pada salah Satu Bank yang cukup bagus dan terkenal. Tak menyangka salah satu dari mereka juga akan melangsungkan Pernikahan pada April 2009 nanti.

ooh ternyata usiaku sudah cukup setengah abad ya?…., Bila teringat masa-masa bersama mereka sungguh menyenangkan,terutama teringat oleh Eyang putrinya yang begitu teramat sayangnya oleh cucu-cucunya, hampir tidak pernah terdengar sang eyang marah.penuh dengan kelembutan dan kasih sayang yang tak terhingga, Semoga sang eyang damai di sana.

semoga kita selalu bersama dalam rangkulan keluarga yang harmoni.0001_pelangi_sundaysep2008-rev

salam

Elvira Prakuswo